Menggali Penataan Pedagang Kaki Lima dan Pengentasan Kemiskinan

Berita

Dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi di bidang Pembangunan, Komisi B DPRD Kabupaten Pemalang pada tanggal 16-18 Januari 2018 yang lalu melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kabupaten Demak dan DPRD Kota Semarang. Kunjungan di DPRD Kabupaten Demak diterima oleh H. Muntoha dan pimpinan Komisi B DPRD Kabupaten Demak beserta jajaran Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak. Dijelaskan padasektor tanaman pangan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan produksi padi dengan dua pendekatan yaitu pendekatan intensifikasi dan ekstensifikasi. Pendekatan intensifikasi dilakukan dengan meningkatkan penggunaan benih unggul serta memilih varietas padi yang cocok dengan iklim dan lahan di wilayah Kabupaten Demak. Sedangkan pendekatan ekstensifikasi ditempuh dengan mengarahkan para petani untuk patuh pada pola tanam padi-polowijo, serta memanfaatkan lahan tidur sebagai langkah pengadaan perluasan area tanam. Selain itu pula melakukan pengelolaan lahan dan air, rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT).

Di kota Semarang, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pemalang belajar tentang  perkembangan kota Semarang yang berkembang menjadi kota yang memfokuskan pada perdagangan dan jasa.Berdasarkan lokasinya, kawasan perdagangan dan jasa di Kota Semarang terletak menyebar dan pada umumnya berada di sepanjang jalan-jalan utama. Kawasan perdagangan modern terdapat di Kawasan Simpanglima yang merupakan urat nadi perekonomian.Pembangunan fasilitas perdagangan dan jasa dilakukan dalam rangka mewujudkan Kota Semarang sebagai sentra perdagangandan jasa dalam skala regional dan nasional. Arahan pemanfaatan ruang pusat kawasan perdagangan dan jasa dengan lingkup pelayanan skala regional, nasional maupun internasional. Kawasan perdagangan dan jasa khusus, yaitu kawasan perdagangan dan jasa dengan perlakuan dan komoditas khusus. .

Mengenai pengelolaan tata ruang berkaitan dengan pengelolaan pedagang kaki lima di Kota Semarang, Komisi B DPRD Kota Semarang sangat intens membahas bagaimana penempatan Pedagang kaki lima agar tertibdalam hal ini rencananya akan dipusatkan di beberapa lokasi. Salah satu contoh yang diterapkan di lokasi simpang lima adalah membangun selter di sisi jalan untuk penempatan para pedagang. Pedagang sangat terbantu dengan adanya penempatan lokasi terutama waktu berjualan di waktu malam hari sebagai wisata kuliner. (prisca)